Flexslider

    Kompas

    Kompas 
    Kompas adalah alat bantu untuk menentukan arah mata angin. Bagian-bagian kompas yang penting antara lain :
    1. Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
    2. Visir, yaitu pembidik sasaran
    3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka
    4. Jarum penunjuk
    5. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45
    6. Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik.
    Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya:
    North              = Utara            = 0
    North East      = Timur Laut   = 45
    East                = Timur           = 90
    South East      = Tenggara      = 135
    South              = Selatan         = 180
    South West     = Barat Daya   = 225
    West               = Barat             = 270
    North West     = Barat Laut    = 325

    Cara Menggunakan Kompas:
    1. Letakkan kompas anda di atas permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.
    2. Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar. Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 50 di mana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.
    3. Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat melalui kaca pembesar

    PENGERTIAN DAN FUNGSI AD/ART GERAKAN PRAMUKA

    PENGERTIAN DAN FUNGSI AD/ART GERAKAN PRAMUKA

        PENGERTIAN

        AD/ART merupakan ketentuan dasar dan ketentuan operasional bagi suatu organisasi yg mencerminkan aspirasi, visi dan misi Gerakan Pramuka Indonesia
        Pengikat persatuan dan kesatuan Gerakan Pramuka dalam prinsip, idealisme, tindaklaku, baik organisatoris, sosial, maupun budaya
        Suluh & landasan gerak organisasi Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya
        Landasan manajemen & pemberdayaan sumberdaya Gerakan Pramuka

        FUNGSI

    AD/ART merupakan landasan kerja dan landasan gerak Gerakan Pramuka dalam mewujudkan visi dan misinya.
    LANDASAN HUKUM GERAKAN PRAMUKA

        KEPPRES No 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, dengan pertimbangan:

        anak-anak dan pemuda Indonesia perlu dididik untuk menjadi manusia dan warga Negara Ind. Yg berkepribadian dan berwatak luhur dst.
        untuk mencapai maksud dan tujuan tsb harus dilakukan dilingkungan anak-anak dan pemuda di samping lingkungan kel. dan sek.
        sesuai Tap MPRS No I/MPRS/1960 ttg GBHN dan Tap MPRS No II/MPRS/1960 ttg Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahapan Pertama ’61-’69 mengenai pendidikan pada umumnya dan pendidikan kepanduan pada khususnya, perlu menetapkan suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan tunggal untuk diberi tugas melaksanakan pendidikan tersebut di atas.

    SEJARAH SINGKAT AD/ART GERAKAN PRAMUKA

        Keppres No 12 Tahun 1971
        Keppres No 46 Tahun 1984
        Keppres No 57 Tahun 1988
        Keppres No 34 Tahun 1999
        Keppres No 104 Tahun 2004

    POKOK-POKOK PENTING AD/ART GERAKAN PRAMUKA

        Pembukaan memuat dasar filosofis dan historis ketentuan dalam AD GP.
        Eksistensi: Nama, Status dan tempat
        Asas, Tujuan, Tugas Pokok dan Fungsi
        Sistem among, PDK, KH, MK, M dan Kiasan dasar
        Organisasi: anggota, jenjang organisasi, kepengurusan, Saka, DK, Lemdik, Bimbingan, Pemerikasaan keuangan
        Musyawarah dan Referendum
        Pendapatan, kekayaan
        Atribut GP: bendera, panji, himne dan pakaian seragam serta tanda-tanda
        ART, Pembubaran dan perubahan AD.

    TUJUAN GERAKAN PRAMUKA
    Anggaran Dasar Gerakan Pramuka 2004 pasal 4 …. Dan dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka 2004 pasal 4 …. Melalui Kepramukaan :

        … Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertaqwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi…”
        … Membentuk sikap dan perilaku yang positif, menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki kecerdasan emosional sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya kepada kemampuan sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara…”

    ALASAN PENYEMPURNAAN AD GP

        AD merupakan landasan kerja GP
        GP dihadapkan pada lingkungan yg berubah serta tantangan baru
        Perkembangan kepanduan di seluruh dunia
        Perlu penyesuaian dengan UU No 22 th 1999, UU No 25 th 1999 dan UU No 23 th 2002 serta UU Sisdiknas.

    PERMASALAHAN

        Penggolongan usia peserta didik
        Keberadaan kelompok usia Pandega-kaderisasi
        Otonomi daerah
        Pembinaan Gudep Berpangkalan di Sekolah/Kampus dan gudep wilayah serta serta tersedianya pembina yg berkualitas
        Sistem among
        Pengembangan Saka Pramuka

    HARAPAN

        Dengan organisasi yang lincah didukung SDM berkualitas yang menjalankan tugas sesuai prinsip dan metode kepramukaan, GP hadir dan siap untuk mendidik kader-kader pembangunan yang trampil serta memiliki watak dan kepribadian mulia.

    PENYEMPURNAAN BERDASARKAN KEPUTUSAN MUNAS 2003

        Alinea 3 Pembukaan, menyesuaikan dgn paradigma baru yg menyertakan kaum muda.
        Alinea 5 Pembukaan, SISTEM AMONG tidak hanya ditempatkan sbg bagian dari metode kepramukaan krn ia merupakan sisdiknas.

    KETENTUAN YANG DISEMPURNAKAN

        PASAL 4 AD, penegasan formulasi tujuan dengan menambahkan …guna mengembangkan dstnya…
        PASAL 5 AD, ditambahkan rumusannya shg menjadi…..serta membangun dunia yg lebih baik.
        PASAL 8 AD, selain mengatur upaya ditambahkan jg usaha yg dilakukan GP
        Pasal 9, Sistem Among
        Pasal 16, Pandega masuk dalam kualifikasi anggota dewasa muda
        Pasal 18, (a) anggota muda dan angota dewasa……
        Pasal 20, (5) Pergantian pengurus…..terdiri dari unsurpengurus lama dan pengurus baru
        Pasal 21, SAKA tambah 1 ayat.
        Pasal 22, Dewan Kerja
        Pasal 24, Bimbingan ayat (4)…..Mabiran yg diketuai oleh Camat/Kepala Distrik
        Pasal 25, BPK ayat (3) ada 2 butir
        Pasal 26, Musyawarah ayat (1) butir c ttg acara pokok Munas

    LIMA UNSUR TERPADU DALAM KEPRAMUKAAN

        Prinsip Dasar Kepramukaan
        Metode Kepramukaan
        Kode Kehormatan Pramuka
        Motto Gerakan Pramuka
        Kiasan Dasar Kepramukaan

    PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN DAN METODE KEPRAMUKAAN

        Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan Kepramukaan dari pendidikan lain
        Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.
        Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi masyarakat.

    (AD Gerakan Pramuka 2004 Pasal 10).
    PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN
    PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN adalah :

        Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
        Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
        Peduli terhadap diri pribadinya;
        Taat Kode Kehormatan Pramuka.

    PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN BERFUNGSI :

        Norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka
        Landasarn Kode Etik Gerakan Pramuka
        Landasan Sistem Nilai Gerakan Pramuka
        Pedoman dan Arah Pembinaan Kaum Muda
        Landasan Gerak dan Kegiatan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya

    (AD Gerakan Pramuka 2004 pasal 11)
    METODE KEPRAMUKAAN
    Merupakan cara belajar interaktif progresif melalui :

        Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
        Belajar sambil melakukan
        Sistem berkelompok
        Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rokhani dan jasmani peserta didik
        Kegiatan di alam terbuka
        Sistem Tanda Kecakapan
        Sistem satuan terpisah untuk Putera dan Puteri
        Kiasaan dasar

    (AD Gerakan Pramuka 2004 pasal 12)
    MOTTO GERAKAN PRAMUKA

        Merupakan bagian terpadu proses Pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka
        Motto Gerakan Pramuka : “SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN”
        Merupakan Motto tetap dan tunggal bagi Gerakan Pramuka, sebagai bagian terpadu proses pendidikan, disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.

    sejarah pramuka dunia

    Sejarah Kepramukaan Dunia     PDF        Print        E-mail   

    A. Pendahuluan

        Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.

         Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.


    B. Riwayat hidup Baden Powell


         Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.

         Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :

     a. Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.

     b.  Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.

     c.  Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.

     d. Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.

    e. Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.

     f. Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.



         Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik.

         William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.

         Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.

    Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.


    C. Sejarah Kepramukaan Sedunia

         Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.



        Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.

         Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.

    Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.

        Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).



                    Tahun 1924 Jambore II            di Ermelunden, Copenhagen, Denmark

                    Tahun 1929 Jambore III          di Arrow Park, Birkenhead, Inggris

                    Tahun 1933 Jambore IV           di Godollo, Budapest, Hongaria

                    Tahun 1937 Jambore V            di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda

                    Tahun 1947 Jambore VI           di Moisson, Perancis

                    Tahun 1951 Jambore VII         di Salz Kamergut, Austria

                    Tahun 1955 Jambore VIII        di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris

                    Tahun 1959 Jambore IX          di Makiling, Philipina

                    Tahun 1963 Jambore X            di Marathon, Yunani

                    Tahun 1967 Jambore XI          di Idaho, Amerika Serikat

                    Tahun 1971 Jambore XII         di Asagiri, Jepang

                    Tahun 1975 Jambore XIII        di Lillehammer, Norwegia

                    Tahun 1979 Jambore XIV        di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan

                    Tahun 1983 Jambore XV         di Kananaskis, Alberta, Kanada

                    Tahun 1987 Jambore XVI        di Cataract Scout Park, Australia

                    Tahun 1991 Jambore XVII       di Korea Selatan

                    Tahun 1995 Jambore XVIII     di Belanda

                    Tahun 1999 Jambore XIX        di Chili, Amerika Selatan

                    Tahun 2003 Jambore XX         di Thailand



        Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.

         Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.

          Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.

         Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

    Sejarah Pramuka Indonesia

    Sejarah Kepramukaan Indonesia

    A. Pendahuluan

                    Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.

    B. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka

                    Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

                    Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

                    Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.

                    Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.

                    Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.

                    Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.

                    Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)

    Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

                    Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.

                    Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

    C. Perkembangan Gerakan Pramuka

                    Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.

                    Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.      

    Landasan Gerakan Pramuka

    Landasan Hukum Landasan Hukum Pancasila Sebagai Landasan Hukum Negara. Falafah Pancasila sebagi Dasar Negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan fisik. Kepramukaan sebagai gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal merupakan bagian tak terpisahkan dari system pendidikan dalam menyiapkan anak bangsa menjadi kader bangsa yang berkualitas baik moral, mental, spiritual, intlelektuan, emosional, maupun fisik dan ketrampilan. Gerakan Pramuka yang diresmikan berdirinya pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan kesinambungan gerakan kepanduan nasional Indonesia yang bertujuan menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggungjawab serta mampu mengisi kemerdekaan Indonesia. Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu. Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku dan agama, yang menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka. Dasar Penyelenggaraan Gerakan Pramuka sebagai Landasan Hukum diatur berdasarkan : A. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka B. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka C. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 tahun 1961 Tentang Penganugerahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda karana D. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka E. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 tahun 2009 Tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Landasan Hukum Gerakan Pramuka merupakan landasan Gerak setiap aktifitas dalam menjalankan tatalaksana Organisasi dan manajemen di Gerakan Pramuka.

         MATERI SURVIVAL DASAR  
    Dalam melakukan perjalanan Alam terbuka, seorang Petualang perlu membekali diri dengan pengetahuan SURVIVAL. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Mengapa Ada Survival ? Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
    • Keadaan alam (cuaca dan medan)
    • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
    • Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. 
         Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita.
     Definisi Survival Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam
    S : Sadar dalam keadaan gawat darurat 
    U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah 
    R : Rasa takut dan putus asa hilangkan 
    V : Vitalitas tingkatkan 
    I  : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya 
    V : Variasi alam bisa dimanfaatkan 
    A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya 
    L : Lancar, slaman, slumun, slamet Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb,agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan.
          Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya:
    S : Stop & seating / berhenti dan duduklah 
    T : Thingking / berpikirlah 
    O : Observe / amati keadaan sekitar 
    P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan.
       Kebutuhan survival Yang harus dipunyai oleh seorang survivor:
    1.) Sikap mental
         - Semangat untuk tetap hidup
         - Kepercayaan diri
         - Akal sehat
         - Disiplin dan rencana matang
         - Kemampuan belajar dari pengalaman
    2.) Pengetahuan
         - Cara membuat bivak
         - Cara memperoleh air
         - Cara mendapatkan makanan
         - Cara membuat api
         - Pengetahuan orientasi medan
         - Cara mengatasi gangguan binatang
         - Cara mencari pertolongan
    3.) Pengalaman dan latihan
         - Latihan mengidentifikasikan tanaman
         - Latihan membuat trap, dll
    4.) Peralatan
        - Kotak survival
        - Pisau jungle , dll
    5.) Kemauan belajar
        Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
    • Mengkoordinasi anggota 
    • Melakukan pertolongan pertama 
    • Melihat kemampuan anggota
    • Mengadakan orientasi medan
    • Mengadakan penjatahan makanan
    • Membuat rencana dan pembagian tugas
    • Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar
    • Membuat jejak dan perhatian
    • Mendapatkan pertolongan
     Bahaya-bahaya dalam survival Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
    1. Ketegangan dan panik Pencegahan :
    - Sering berlatih
    - Berpikir positif dan optimis
    - Persiapan fisik dan mental
    2. Matahari / panas
    - Kelelahan panas
    - Kejang panas
    - Sengatan panas
    Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :
    - Penyakit akut/kronis
    - Baru sembuh dari penyakit
    - Demam
    - Baru memperoleh vaksinasi
    - Kurang tidur
    - Kelelahan
    - Terlalu gemuk
    - Penyakit kulit yang merata
    - Pernah mengalami sengatan udara panas
    - Minum alkohol
    - Dehidrasi
    Pencegahan keadaan panas :
    - Aklimitasi
    - Persedian air
    - Mengurangi aktivitas
    - Garam dapur
    - Pakaian : Longgar,Lengan panjang,Celana pendek, dan Kaos oblong
    3. Serangan penyakit
    - Demam
    - Disentri
    - Typus
    - Malaria
    4. Kemerosotan mental Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah Keadaan lingkungan mencekam Pencegahan : Usahakan tenang Banyak berlatih
    5. Bahaya binatang beracun dan berbisa Keracunan Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan. Penyebab : Makanan dan minuman beracun Pencegahan : Air garam di minum Minum air sabun mandi panas Minum teh pekat Di tohok anak tekaknya
    6. Keletihan amat sangat Pencegahan : Makan makanan berkalori Membatasi kegiatan
    7. Kelaparan
    8. Lecet
    9. Kedinginan untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian
           Membuat Bivak (Shelter) Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin Macam :
    a. Shelter asli alam Gua : Bukan tempat persembunyian binatang Tidak ada gas beracun Tidak mudah longsor
    b. Shelter buatan dari alam
    c. Shelter buatan Syarat bivak : Hindari daerah aliran air
    Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh Bukan sarang nyamuk/serangga Bahan kuat Jangan terlalu merusak alam sekitar Terlindung langsung dari angin
         Mengatasi Gangguan Binatang
     a. Nyamuk :
    • Obat nyamuk, autan, dll
    • Bunga kluwih dibakar
    • Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk
    • Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
    b. Laron :
    • Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan
    c. Lebah apabila disengat lebah :
    • Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
    • Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
    • Jangan dipijit-pijit
    • Tempelkan pecahan genting panas di atas luka
    d. Lintah Apabila digigit lintah :
    • Teteskan air tembakau pada lintahnya
    • Taburkan garam di atas lintahnya
    • Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
    • Taburkan abu rokok di atas lintahnya
    e. Semut
    • Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
    • Letakkan cabe merah pada jalan semut
    • Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut
    f. Kalajengking dan lipan
    • Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
    • Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
    • Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
    • Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
    • Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
    g. Ular
           Pembahasan lebih lanjut dalam materi EMC Membuat Perangkap (Trap) Macam-macam trap :
    • Perangkap model menggantung
    • Perangkap tali sederhana
    • Perangkap lubang jerat
    • Perangkap menimpa
    • Apace foot share Bahan :  Tali/kawat, Umpan, Batang kayu, Cabang pohon
    • Membaca Jejak Jenis :• Jejak buatan : dibuat oleh manusia 
                                          • Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan Jejak alami biasanya menyatakan tentang : • Jenis binatang yang lewat • Arah gerak binatang • Besar kecilnya binatang • Cepat lambatnya gerak binatang
    Membaca jejak alami dapat diketahui dari : • Kotoran yang tersisa • Pohon atau ranting yang patah • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput Air Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.
    Air yang tidak perlu dimurnikan : 1. Hujan Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan 2. Dari tanaman rambat/rotan Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut 3. Dari tanaman Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu : 1. Air sungai besar 2. Air sungai tergenang 3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut) 4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan 5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan Makanan Patokan memilih makanan : • Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia • Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok • Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo • Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan • Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit • Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan • Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak Tumbuhan yang dapat dimakan Dari batangnya : • Batang pohon pisang (putihnya) • Bambu yang masih muda (rebung) • Pakis dalamnya berwarna putih • Sagu dalamnya berwarna putih • Tebu Dari daunnya : • Selada air • Rasamala (yang masih muda) • Daun mlinjo • Singkong Akar dan umbinya : • Ubi jalar, talas, singkong Buahnya : • Arbei, asam jawa, juwet Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : • Jamur merang, jamur kayu Ciri-ciri jamur beracun : • Mempunyai warna mencolok • Baunya tidak sedap • Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan • Bila diraba mudah hancur • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya • Tumbuh dari kotoran hewan • Mengeluarkan getah putih Binatang yang bisa dimakan • Belalang • Jangkrik • Tempayak putih (gendon) • Cacing • Jenis burung • Laron • Lebah , larva, madu • Siput • Kadal : bagian belakang dan ekor • Katak hijau • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya • Binatang besar lainnya Binatang yang tidak bisa dimakan • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking • Mengandung racun : penyu laut • Mengandung bau yang khas : sigung Api Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata. 1. Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar. 2. Gesekan kayu dengan kayu. Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar 3. Busur dan gurdi Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren Survival kit Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan : • Perlengkapan memancing • Pisau • Tali kecil • Senter • Cermin suryakanta, cermin kecil • Peluit • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air • Tablet garam, norit • Obat-obatan pribadi • Jarum + benang + peniti • dll

    PERATURAN BARIS BARIS

    PERATURAN BARIS BARIS


    Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .

    Apa itu Baris Baerbaris ?
    1. Baris Berbaris
    a.       Pengertian
    Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
    b.      Maksud dan tujuan
    1)      Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
    2)      Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
    3)      Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
    4)      Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
    5)      Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.

    1. Aba-aba
    a.       Pengertian
    Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
    b.      Macam aba-aba
    Ada tiga macam aba-aba yaitu :
    1)      Aba-aba petunjuk
    2)      Aba-aba peringatan
    3)      Aba-aba pelaksanaan
    1.      Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
    Contoh:
    a)      Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
    b)      Untuk amanat-istirahat di tempat - GERAK
    2.      Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
    Contoh:
    a)      Lencang kanan - GERAK
    (bukan lancang kanan)
    b)      Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
    3.      Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
    a)      GERAK
    b)      JALAN
    c)      MULAI
    a.       GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
    Contoh:
     -jalan ditempat          -GERAK
     -siap                            -GERAK
     -hadap kanan              -GERAK
     -lencang kanan            -GERAK
    b.      JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
    Contoh:
     -haluan kanan/kiri                    - JALAN
     -dua langkah ke depan -JALAN
     -satu langkah ke belakang        - JALAN
    Catatan:
    Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
    Contoh:
      -maju                                     - JALAN
      -haluan kanan/kiri                   - JALAN
      -hadap kanan/kiri maju           - JALAN
      -melintang kanan/kiri maju       -J ALAN
    Tentang istilah: “maju”
    ·  Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
    ·  Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
    Misalnya:
    ·  Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
    ·  Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
    ·  Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
    Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.

    Tentang aba-aba : “henti”
    Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
    Contoh:
       Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
    c.       MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
    Contoh:
       -hitung              -MULAI
       -tiga bersaf kumpul       -MULAI

    4.      Cara memberi aba-aba
    a)      Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
    b)      Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
    Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
    Pelaksanaanya :
    ·        Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
    ·        Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
    c)      Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
    ·        Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
    d)      Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
    e)      Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
    f)        Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
    g)      Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
    h)      Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
    Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK

Feature